Tahun 2006, saat
mendirikan Yayasan Daarut Tarbiyah, Kami memimpin berdirinya sebuah madrasah
al-Qur’an di kawasan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Kapuk Muara yang
merupakan perkampungan masyarakat dengan lingkungan yang kumuh penuh dengan keterbatasan
ditambah lagi sedikitnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan
umum/agama.
Dua tahun kemudian,
tepatnya Juli 2008, dengan mengucap bismillah kami merealisasikan mimpi itu
untuk menjadi kenyataan dengan merekrut 7 anak yatim dan dhu’afa di sekitar
rumah, di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara untuk dipondokkan &
disekolahkan agar menjadi santri penghafal Al-Qur’an. Ternyata, minat
masyarakat untuk memasukkan anaknya di Daarut Tarbiyah begitu besar, karena
program ini dikhususkan untuk mereka yang kurang mampu.
Beberapa bulan kemudian santri bertambah 31 orang dan pada tahun
berikutnya (2009) santri bertambah 33 orang. Karena pondokan tidak mancukupi
akhirnya menyewa / mengontrak beberapa rumah
untuk dijadikan asrama, tempat ibadah (musholla) dan ruang belajar.
Melalui program Galibu (Gerakan Lima Puluh Ribu) telah merenovasi bangunan
untuk anak-anak yang memerlukan pendidikan yang memadai. Selanjutnya Yayasan
Daarut Tarbiyah secara bertahap sedang melengkapi berbagai fasilitas dan sarana
penddikan untuk menunjang proses belajar yang lebih baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar